Manfaat Kacang Panjang Untuk Kesehatan

Kacang panjang juga merupakan sumber vitamin A yang sangat baik. Dalam 100 gram, garter mengandung 865 IU vitamin A (16% dari kebutuhan harian), dan jumlah ini lebih banyak daripada kacang-kacangan lainnya seperti kacang buncis. Vitamin A berperan dalam menjaga kekuatan jaringan kulit dalam, memperjelas warna kulit dan mempertajam penglihatan malam.

Tidak hanya kaya akan nutrisi penting dan vitamin, kacang panjang juga menawarkan sejumlah mineral yang cukup untuk tubuh, seperti zat besi, tembaga, mangan, kalsium, magnesium, dan fosfor. Garter sering diolah menjadi sayuran tumis, seperti sayuran lodeh dan sayuran tempe. Rasanya manis dan enak, sebenarnya mengguncang lidah Anda, tetapi pertama-tama pertimbangkan delapan manfaat garter yang baik untuk kesehatan tubuh.

1. Meringankan nyeri haid

Dalam sebuah studi klinis yang dilaporkan oleh Best Health Magazine, wanita yang makan mangan dosis tinggi dari diet mereka mengalami peningkatan frekuensi dan keparahan kram perut dan suasana hati yang membaik dibandingkan dengan mereka yang makan mangan lebih sedikit.

2. Kulit sehat dan ringan

Studi menunjukkan bahwa mengonsumsi vitamin C dalam dosis yang tinggi akan mengurangi terjadinyanya keriput pada kulit, menyembuhkan dan menghilangkan kulit kering dan kemerahan, serta memperlambat proses penuaan. Ini karena vitamin C mempercepat terjadinya penyembuhan dalam tubuh kita, yang tidak hanya penting untuk kulit tetapi juga untuk kekuatan otot, ligamen, pembuluh darah dan pembuluh darah. Mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C juga daapat membantu mencegah perkembangan kanker kulit.

3. Baik untuk kesehatan jantung

Serat larut dalam buncis dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol jahat LDL. Selain itu, telah terbukti bahwa manfaat garter mengurangi peradangan dan tekanan darah – yang juga baik untuk kesehatan jantung. Sebagian kacang ketat (100 gram) sudah cukup untuk kebutuhan serat harian Anda sampai dengan 12 persen.

4. Cegah kanker

Kacang panjang mengandung berbagai antioksidan sayuran, termasuk flavonoid dan riboflavin. Sebuah studi sel kanker payudara dan sel kolorektal sel manusia dari Deakin University di Australia menunjukkan efek sinergis antara kedua senyawa tersebut untuk mengurangi pertumbuhan sel kanker. Apalagi garternya mengandung banyak asam folat. Kekurangan asam folat telah dilaporkan sebagai risiko kanker usus besar, payudara, leher rahim, paru-paru dan otak. Ada indikasi bahwa mengonsumsi makanan yang kaya asam folat dapat mencegah perkembangan kanker. Dilaporkan bahwa 900 mcg asam folat digunakan setiap hari untuk mengurangi risiko kanker usus sebesar 30 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *