Batik Solo Motif Bondhet

Keberagaman jenis batik solo memang tidak dapat dipungkiri. Salah satunya adalah batik solo motif bondhet. Jenis batik solo motif bondet tercipta karena sebuah kerumitan motif yang dituangkan hingga menjadi bundet. Kain batik tulis bondhet ini biasa dikenakan oleh para pengantin perempuan ketika malam pertama. Berikut ini kami ulas beberapa pola bundet pada motif batik solo:

  1. Batik solo sido asih

Motif geometris yang berpola dasar bentuk-bentuk segi empat ini memiliki sebuah arti  yaitu keluhuran. Saat mengenakan kain batik sido asih ini, maka orang tersebut mengharapkan suatu kebahagiaan dalam hidup. Motif batik solo sido asih ini mengalami perkembangan setelah masa kepemimpinan SISKS PB IV di keraton Surakarta.

  1. Batik solo ratu-ratih

Nama motif batik ratu-ratih ini sebenarnya diambil dari kata “Ratu-Patih” yang menyiratkan arti bahwa seorang raja pada satu pemerintahan didampingi oleh seorang patih atau perdana menteri yang berusia yang masih terlalu muda menurut sudut pandang waktu tersebut. Motif batik solo ratu-ratih ini memiliki sebuah gambaran suatu kemuliaan dan sinergi antara pengguna kain batik tersebut dengan alam sekitarnya, Kain batik tulis ini mulai dibuat dan dikembangkan pada masa pemerintahan Raja SISKS PB VI pada tahun 1824.

  1. Batik solo Parangkusumo

Parang adalah motif diagonal berbentuk seperti senjata tajam, berupa garis yang berlekuk-lekuk dari sisi bagian atas ke sisi bagian bawah dari kain batik, sedangkan makna dari Kusumo berarti bunga. Berdasarkan arti kata tersebut maka dapat kita simpulkan bahwa parang kusumo berarti seorang kesatria yang memiliki kewibawaan dan mencintai rakyatnya, sehingga membuat kain batik solo parangkusumo ini hanya diperuntukkan oleh orang yang memiliki darah biru atau keturunan raja atau biasah disebut oleh orang keraton sebagai darah dalem. Motif batik solo parangkusumo telah mulai dibuat dan dikembangkan oleh para pebatik pada zaman panembahan senopati sewaktu menjadi raja di kerajaan Mataram kuno sekitar pada  abad ke – 16.

  1. Batik solo sekar jagad

Sekar memiliki arti bunga dan jagad adalah dunia. Paduan makna kata yang tercermin dari nama motif ini adalah “kumpulan bunga sedunia”. Motif sekar jagad merupakan sebuah perulangan geometris dengan cara ceplok ( yang dipasangkan bersisian ), yang mengandung arti keindahan dan keluhuran kehidupan di dunia. Motif batik sekar jagad telah mulai berkembang sejak abad ke-18.

Beli Baju Batik dan kain batik berkualitas dengan harga terjangkau di https://batik-s128.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *